Mendekati Wilayah Konflik

Apa yang dialami Timnas Futsal U20 kita barusan, mengingatkan apa yang pernah saya pikirkan hingga membikin saya penasaran beberapa waktu lalu. Timnas Futsal U20 baru saja mengalami kekalahan pada fase semifinal perhelatan Piala Asia Futsal U20 yang berlangsung di Iran. Timnas Afganistan U20 yang mengalahkan Timnas U20 kita.

Afganistan U20 melaju ke final. Lawannya menunggu pemenang antara Jepang U20 melawan tuan rumah, Iran U20. Saya menjagokan Afganistan U20 siapapun lawannya di final. Seperti juga saya menjagokan atlet-atlet Uzbekistan di cabang olahraga angkat besi.

Continue reading “Mendekati Wilayah Konflik”

Belajar Tauhid

Kakak pertama saya, Adilah, memiliki tiga orang anak. Anak pertama, laki-laki, berusia tujuh tahun. Anak kedua, juga laki-laki, berusia lima tahun. Dan anak ketiga, seorang perempuan manis yang menurut Lala, istri saya, paling mirip dengan saya, berusia tiga tahun.

Anak pertama dan kedua sudah sekolah. Anak pertama baru saja naik ke kelas dua sekolah dasar, dan anak kedua sekolah di Taman Kanak-Kanak.

Continue reading “Belajar Tauhid”

Malam Ramadan

Sebelum saya merantau dan sebelum kakak dan adik saya menikah, malam ramadan kami di Rawabelong begitu semarak. Selepas menyantap makan berat saat berbuka, kami semua bersiap untuk menjalankan ibadah salat tarawih. Saya, Abah, kedua kakak dan kedua adik saya, berangkat ke majelis taklim, kecuali Umi. Umi akan pergi ke kediaman salah seorang rekan pengajiannya dan salat tarawih bersama rekan-rekan pengajiannya. Umi yang mengimami.

Mengapa kedua kakak perempuan dan seorang adik perempuan saya tidak ikut tarawih bersama Umi? Umi sendiri yang melarangnya. Kebiasaan kami di rumah yang kerap bercanda membuat Umi takut jika ketiga anak perempuannya ikut salat tarawih bersama Umi, konsentrasi Umi saat mengimami akan buyar.

Continue reading “Malam Ramadan”

Tanaman Sayur di Halaman Rumah

Meskipun lahir dan besar di Jakarta, keseharian saya tak asing dengan tanaman, terutama tanaman hias. Kampung saya di Rawabelong adalah sentra penjualan bunga dan tanaman hias terbesar se-Asia Tenggara. Hingga saat ini status itu belum lepas. Tanaman hias dari Bogor, Bandung, Ambarawa, Malang, dan beberapa wilayah di luar Jawa, didatangkan ke Pasar Kembang di Rawabelong. Selain itu, tanaman hias dari luar negeri semisal Thailand, Jepang dan Belanda, juga mudah didapat.

Di halaman rumah Kakek saya, baik dari pihak Bapak dan pihak Ibu, bermacam tanaman hias tersedia, sebagai penghias rumah, dan dijual jika memang ada yang tertarik untuk membeli. Masih sangat membekas dalam ingatan, saat kecil, saya kerap bermain-main dengan pohon saga yang merambat di pagar rumah Kakek, biji-bijinya yang didominasi warna hitam dan merah menarik minat saya. Daunnya yang jika dikunyah, saat bercampur dengan air liur keluarkan warna merah, saya dan teman-teman jadikan bahan permainan, seolah darah, kami menjelma hantu atau preman yang berdarah-darah akibat perkelahian.

Continue reading “Tanaman Sayur di Halaman Rumah”

Titus Taima dan Perubahan di Pedalaman Papua

Pada tahun 2014, di buku catatan kelahiran milik pihak Gereja Mumugu Batas Batu, Titus Taima berusia 18 tahun. Anak dari Kepala Perang Suku Asmat rumpun Wiptiu ini tinggal seorang diri di kampung Mumugu Batas Batu. Setelah bapaknya meninggal dunia, Ibu dan adik-adik Titus pindah ke kampung Mumugu Bawah.

Antara Mumugu Batas Batu dengan Mumugu Bawah berjarak satu jam perjalanan menggunakan speedboat. Jika menggunakan sampan tradisional yang mesti didayung, waktu tempuh menjadi empat jam.

Continue reading “Titus Taima dan Perubahan di Pedalaman Papua”

Anak-Anak dalam Pusaran Konflik

Seringkali, saya mengisi waktu rehat–di sela kesibukan membaca dan menulis–dengan menonton video-video di youtube. Dari begitu banyak pilihan video, yang paling sering saya tonton adalah video-video tentang konflik di Suriah. Kecuali video produksi ISIS, saya menonton semua, baik itu video yang dibuat pihak pro-pemerintah, pihak anti-pemerintah yang diwakili FSA, juga video-video yang tidak berafiliasi kepada keduanya.

Dari sekian banyak video tentang konflik di Suriah, ada dua tema yang menarik perhatian saya dan paling banyak saya tonton selanjutnya. Yang pertama video-video berisi ceramah alm Dr. Muhammad Said Ramadhan Al Buthi, dan yang kedua video berisi cerita tentang kondisi anak-anak yang terjebak dalam situasi konflik bersenjata di Suriah.

Continue reading “Anak-Anak dalam Pusaran Konflik”

KM. Labuan Haji

Hanya tersisa ruang kosong memanjang seukuran satu tubuh manusia untuk melintas. Lainnya sudah diisi bis, truk, mobil sedan, dan sepeda motor yang saling berhimpit mengisi celah sempit. Penumpang yang hendak naik dan para pengantar yang hendak turun harus memiringkan badan saat berpapasan. Saya tidak bisa, punggung saya dibebani tas yang cukup besar. Jika memiringkan badan, malah makin menghalangi jalan. Banyak penumpang lain pun begitu, barang bawaan mereka malah jauh lebih besar dibanding milik saya.

Tak jauh dari ujung tangga lambung kapal, puluhan orang sudah berjejer mengisi ruang. Sebagian sudah tidur, lainnya asyik bercakap-cakap dengan rekannya. Saya lanjut menaiki tangga yang saya duga menuju lantai dua buritan kapal. Ternyata tangga itu berujung ke dapur. Awak kapal yang saya temui di dapur memandu saya ke tempat yang ingin saya tuju.

Continue reading “KM. Labuan Haji”

Membaca Buku Biografi

Beberapa saat sebelum tampil di MTV Unplugged yang disiarkan secara langsung, Kurt Cobain ambruk. Heroin dengan dosis berlebih yang ia konsumsi menjadi penyebabnya. Namun akhirnya ia terbangun di saat semua orang sudah menganggapnya mati karena over dosis. Memainkan lagu-lagu yang telah direncanakan sebelumnya, dan menyelesaikan pertunjukan dengan elegan. Penampilan Nirvana di MTV Unplugged akhirnya diakui oleh banyak kritikus musik sebagai penampilan terbaik mereka, Kurt Cobain terutama.

Beberapa tahun sebelumnya, di Jamaica, Bob Marley tampil di konser dengan luka tembak di lengan kiri yang belum mengering. Konflik politik di negaranya menjadi sebab percobaan pembunuhan Bob Marley. Alih-alih sembunyi karena masih menjadi incaran untuk dibunuh, Bob Marley tetap tampil di depan umum dan tetap bernyanyi sebagaimana biasanya. Konser tersebut akhirnya menjadi konser yang menggugah mereka yang sedang bertikai untuk berdamai.

Continue reading “Membaca Buku Biografi”

Sungai Sebagai Jalan Dewa

Dalam rentang 60 tahun, sejak 1950 hingga 2015, jumlah sampah plastik yang dihasilkan di bumi meningkat drastis, mencapai 190 kali lipat. Jika pada 1950 jumlah sampah plastik yang dihasilkan per tahun sebanyak 2 juta ton, pada 2015, jumlah sampah plastik yang dihasilkan di bumi per tahun mencapai 381 juta ton.

Sebanyak 150 juta tonnya, berakhir di laut. Dan begitu lambat terurai. Butuh puluhan hingga ratusan tahun lama waktu penguraian. Sampah plastik di lautan tak sekadar menjadi polusi pemandangan, ia juga berbahaya bagi manusia, dan biota laut mulai dari terumbu karang hingga ikan-ikan di laut.

Continue reading “Sungai Sebagai Jalan Dewa”

Gereja

Pernah pada satu masa, saya datang ke gereja lebih sering dibanding teman-teman dekat saya yang beragama Katolik dan Protestan. Itu terjadi lebih enam bulan ketika saya bertugas di Sokola Asmat, Mumugu Batas Batu, Papua. Hampir setiap hari minggu saya ke gereja. Terkadang saya di dalam gereja hingga misa usai, lebih sering menunggu di luar saja, melihat dari luar.

Seingat saya, sebelum di Mumugu, saya tak pernah masuk gereja, apalagi saat sedang berlangsung misa di dalamnya. Baru di Mumugulah saya masuk gereja, bahkan rutin. Saya ingin melihat dari dekat murid-murid Sokola Asmat ketika mengikuti misa, juga orang tua mereka. Melihat Romo Hendrik memberikan khotbah, dan para biarawati menyanyikan kidung-kidung yang menenangkan.

Continue reading “Gereja”