Membaca Buku Biografi

Beberapa saat sebelum tampil di MTV Unplugged yang disiarkan secara langsung, Kurt Cobain ambruk. Heroin dengan dosis berlebih yang ia konsumsi menjadi penyebabnya. Namun akhirnya ia terbangun di saat semua orang sudah menganggapnya mati karena over dosis. Memainkan lagu-lagu yang telah direncanakan sebelumnya, dan menyelesaikan pertunjukan dengan elegan. Penampilan Nirvana di MTV Unplugged akhirnya diakui oleh banyak kritikus musik sebagai penampilan terbaik mereka, Kurt Cobain terutama.

Beberapa tahun sebelumnya, di Jamaica, Bob Marley tampil di konser dengan luka tembak di lengan kiri yang belum mengering. Konflik politik di negaranya menjadi sebab percobaan pembunuhan Bob Marley. Alih-alih sembunyi karena masih menjadi incaran untuk dibunuh, Bob Marley tetap tampil di depan umum dan tetap bernyanyi sebagaimana biasanya. Konser tersebut akhirnya menjadi konser yang menggugah mereka yang sedang bertikai untuk berdamai.

Continue reading “Membaca Buku Biografi”

Sungai Sebagai Jalan Dewa

Dalam rentang 60 tahun, sejak 1950 hingga 2015, jumlah sampah plastik yang dihasilkan di bumi meningkat drastis, mencapai 190 kali lipat. Jika pada 1950 jumlah sampah plastik yang dihasilkan per tahun sebanyak 2 juta ton, pada 2015, jumlah sampah plastik yang dihasilkan di bumi per tahun mencapai 381 juta ton.

Sebanyak 150 juta tonnya, berakhir di laut. Dan begitu lambat terurai. Butuh puluhan hingga ratusan tahun lama waktu penguraian. Sampah plastik di lautan tak sekadar menjadi polusi pemandangan, ia juga berbahaya bagi manusia, dan biota laut mulai dari terumbu karang hingga ikan-ikan di laut.

Continue reading “Sungai Sebagai Jalan Dewa”

Gereja

Pernah pada satu masa, saya datang ke gereja lebih sering dibanding teman-teman dekat saya yang beragama Katolik dan Protestan. Itu terjadi lebih enam bulan ketika saya bertugas di Sokola Asmat, Mumugu Batas Batu, Papua. Hampir setiap hari minggu saya ke gereja. Terkadang saya di dalam gereja hingga misa usai, lebih sering menunggu di luar saja, melihat dari luar.

Seingat saya, sebelum di Mumugu, saya tak pernah masuk gereja, apalagi saat sedang berlangsung misa di dalamnya. Baru di Mumugulah saya masuk gereja, bahkan rutin. Saya ingin melihat dari dekat murid-murid Sokola Asmat ketika mengikuti misa, juga orang tua mereka. Melihat Romo Hendrik memberikan khotbah, dan para biarawati menyanyikan kidung-kidung yang menenangkan.

Continue reading “Gereja”

Ayam dan Telur Gratis

Logistik! Sekolah anak-anak! Terpal! Pohon bodhi! Sejarah desa! Naskah buku yang belum selesai! Manajemen posko! Rindu Lala! Semua mendesak masuk resahkan pikiran. Pikiran saya kalut. Kepala saya menolak. Memaksa mendorong jauh-jauh semua itu. Semakin disingkirkan. Pikiran-pikiran itu semakin kuat mendesak masuk.

Angin malam berhembus. Dingin selimuti desa. Kami duduk-duduk di atas traktor yang diparkir di tepi jalan sebelah barat posko. Saya, Papa Awal, Papa Din, Bang Deki, dan Solah. Sebelumnya, Awal, sembilan tahun, ikut bergabung dengan kami. Malam semakin larut ketika Papa Awal meminta Awal masuk ke dalam tenda yang didirikan di halaman rumah, “Awal! Tidur, Nak. Besok pagi sekolah.” Ujar Papa Awal meminta Awal lekas tidur.

Continue reading “Ayam dan Telur Gratis”

Menulis Skripsi di Rumah Ayis

Kali pertama saya menulis dengan begitu serius dan tekun adalah ketika saya menulis skripsi saya berjudul: Pengaruh Penambahan Sirip Terhadap Pressure Drop pada Pipa Aliran Pendingin Reaktor Nuklir. Ketika itu, saya menemukan sebuah fakta ilmiah yang menarik dan saya terapkan pada penelitian skripsi saya.

Pada aliran fluida (baik itu cair ataupun gas) dalam sebuah penampang pipa, pressure drop begitu berpengaruh terhadap laju aliran fluida. Gaya gesek antara fluida dan penampang pipa menjadikan aliran fluida melambat. Pada akhirnya juga akan berpengaruh terhadap biaya transfer fluida pada industri skala kecil maupun skala besar. Masih sulit dipahami? Saya akan coba berikan ilustrasi di bawah ini, semoga bisa membantu.

Continue reading “Menulis Skripsi di Rumah Ayis”

Hanya Saya, Lain Tidak

Saya ingin sekali menghabiskan banyak waktu di rumah saja. Membaca buku, mendengarkan Rage Against The Machine dan Bob Marley dan Rhoma Irama dan Evi Tamala dan Pearl Jam bernyanyi, berbincang perihal apa saja dengan Lala, dan sesekali menulis. Saya ingin sedikit saja, sangat sedikit berinteraksi dengan dunia luar dan manusia-manusia di luar sana. Saya pikir, lewat buku cukuplah saya berinteraksi dengan banyak hal di luar sana.

Saya membayangkan kehidupan yang sederhana tanpa perlu bekerja dan banyak interaksi dengan terlalu banyak manusia lain. Cukup di rumah melakukan aktivitas yang menyenangkan, jika pun mesti keluar rumah, seperlunya saja, sejenak saja kemudian kembali ke rumah.

Continue reading “Hanya Saya, Lain Tidak”

Sabatikal

Dalam KBBI, terdapat lema ‘sabatikal’ yang memiliki arti: cuti panjang untuk istirahat; mengadakan penelitian; atau mengikuti kursus untuk menyegarkan ilmu. Semua aktivitas sabatikal dilakukan di luar aktivitas rutin yang biasa dikerjakan.

Sabatikal masuk ke KBBI lewat jalur yang cukup panjang. Dari bahasa Ibrani, kemudian diserap bahasa Inggris, perubahan makna dan pengucapan di bahasa Inggris, lalu diserap ke bahasa Indonesia menjadi Sabatikal.

Continue reading “Sabatikal”